Category: Konsultasi

  • NEURO SURROGATE THERAPY

    NEURO SURROGATE THERAPY

    Aku mau cerita, tentang tiga kisah yang membuatku sendiri terharu dan bahagia, tercampur menjadi satu ketika melihat kasus ini berhasil dengan baik.

    DISCLAIMER :

    Semuanya kisah nyata, namun sudah kuubah nama, detail kisah dan lain-lainnya, untuk menjaga kerahasiaan klien.

    #Kisah_Pertama,

    seorang kawan medsos menghubungi aku melalui inbox. Seorang ibu berhijab yang panik karena anak lelakinya ‘menghilangkan diri’ bergabung dengan kelompok fundamentalis. Semua kontak ditutup oleh pemuda tampan yang berkuliah di universitas mentereng ini.

    “Ini ikhtiar saya karena sudah putus asa mbak. Mohon maaf, seharusnya saya tidak bertanya melalui tarot karena ajaran agama saya, tetapi saya percaya pada mbak Nana. Bisakah anak saya kembali? Apa yang harus kami lakukan?”

    Singkat cerita, kami, melalui tarot, melihat peluang pemuda ini bisa kembali ke keluarganya. Namun perlu dibantu oleh ikatan batin ortunya. Akhirnya kami melibatkan Coach Awie Suwandi dalam proses berikutnya, setelah sesi konsultasi tarot selesai dilakukan.

    Pada meeting selanjutnya, yang dilakukan melalui zoom, hadir Bapak Ahmad dan Bu Ahmad (kita sebut saja begitu ya), Ade Sikado, dan aku. Meeting ini dipimpin oleh Coach Awie. Pada meeting ini, diputuskan untuk melakukan pendekatan yang disebut sebagai #Neuro_Surrogate_Therapy, yaitu sebuah upaya bicara dari ‘soul to soul’ antara ibu dan anak. Kenapa ibu; bukannya ayah? Karena biasanya, yang memiliki ikatan batin kuat dengan anak-anak adalah ibu. Semata karena anak-anak ini pernah ada di kandungannya.

    Namun, kemudian ditemukan bahwa Bu Ahmad dalam keadaan emosi yang tidak memadai karena kelewat panik, sedih dan terpukul. Padahal, secara ‘spiritual’ si ibulah yang memiliki medan energy yang besar karena ibadahnya tekun, tidak putus. Akhirnya disepakati, ayahnya lah yang akan menjadi surrogate bagi anak lelaki ini.

    Total, pak Ahmad mendapatkan 3 kali terapi seminggu sekali, dan di antara 3 minggu itu, pak Ahmad melakukan terapi secara mandiri setiap hari, dengan dibantu oleh rekaman dari Coach Awie. Jadi ada dua jenis ikhtiar yang dilakukan : diterapi secara online dan melakukan terapi sendiri (terapi mandiri ini dilakukan terus SETIAP HARI, setelah 3 sesi terapi). Sebulan berlalu tanpa ada tanda-tanda apapun, tetapi pak Ahmad tekun melakukan terapi mandiri, sambil sesekali berdiskusi dan mendapat arahan dari coach Awie melalui percakapan WA dan telepon.

    Tahu-tahu, di hari ke 32, si pemuda menghubungi ayahnya…! Ini ajaib. Karena sejak kecil, orang yang biasanya dia cari adalah ibunya!

    Dalam keadaan panik, namun kali ini diiringi perasaan gembira, pak Ahmad dan bu Ahmad menghubungi kami kembali.

    “Apa yang harus kamu katakan? Apa langkah berikutnya? Kami tidak mau sembrono atau salah omong, nanti anak kami menjauh lagi….”

    Apa yang terjadi, teman-teman…? Adalah proses yang seru sekali. Ibu Ahmad yang kini sudah kembali semangatnya, ikut bergabung dalam #Neuro_Surrogate_Therapy ini. Jadi, satu anak lelaki ‘diselimuti’ oleh cinta dan dukungan komplit dari ayah dan ibunya… untuk ‘dituntun’ pulang.

    BERHASIL…! 🥹🥹😍😍

    Metoda yang sama, pernah dipakai juga bagi anak perempuan yang ‘dibawa lari’ untuk menjauh dari keluarga, oleh suaminya yang dominan, posesif, dan punya pandangan agama yang juga ‘aneh’. Akhirnya, berhasil juga kembali terhubung dengan keluarga besar.

    #Kisah_Kedua

    Seorang pengusaha menghubungi Coach Erlangga Satya Wardana. Minta dihubungkan dengan Coach Awie. Anak sulungnya, kita sebut saja ‘Alvin’, seorang lelaki usia 40-an yang sudah menikah, dan kini memegang sebagian urusan perusahaan keluarga, mengalami kejadian aneh. Menurut pengusaha itu, Alvin seperti orang yang terkena guna-guna, karena tiba-tiba diam saja, lalu tiba-tiba marah-marah, lalu teriak-teriak mengancam bunuh diri.

    Setelah ‘diperiksa’ oleh Coach Awie ternyata tidak ditemukan adanya energi ‘santet’. Untuk memastikan, sebagai second opinion, kami diminta membuka tarot oleh Coach Awie. Sama hasilnya : apa yang dialami oleh Alvin ini murni masalah medis psikologis.

    Tetapi gimana membawa Alvin berobat? Lelaki dewasa ini berkeras mengunci diri di kamar. Tidak mau bertemu siapapun, termasuk istrinya yang terpaksa tidur di kamar anak-anak selama seminggu. Alvin juga tidak mau mandi. Namun diam-diam keluar kamar pada tengah malam, ketika semua sudah tidur, untuk menggeratak kulkas. Beruntung, istrinya bijak : di hari berikutnya selalu ditinggalkan lauk-pauk lengkap dengan gizi seimbang di meja makan, di dalam mesin penghangat.

    Akhirnya, dilakukan upaya #Neuro_Surrogate_Therapy pada mamanya Alvin. Baru tiga kali terapi, Alvin tiba-tiba menghubungi mamanya! Istri pengusaha ini dicurhati macam-macam oleh Alvin. Dengan perlahan-lahan, pada curhatan beberapa hari kemudian, mamanya Alvin mulai mengarahkan Alvin untuk mau berobat dan menjalani terapi ke psikiater. Pancingan ini berhasil! Alvin mau berobat.

    Saat ini Alvin sudah membaik, diterapi oleh psikiater pilihan keluarganya, sementara mamanya Alvin terus mendukung Alvin secara tidak langsung melalui #Neuro_Surrogate_Therapy yang dipandu oleh coach Awie.

    #Kisah_Ketiga

    Seorang ibu, tadinya berkonsultasi tarot kepada kami, menanyakan Numerologi dan Life Purpose untuk ketiga anaknya, yang kebetulan perempuan semua, berusia 17, 21 dan 23 tahun.

    Ibu yang single parent ini berjuang menghidupi anak-anaknya sendirian, setelah suaminya meninggal pada saat anak-anak masih usia SD. Pada konsultasi ini, dideteksi anak kedua mengalami kekosongan batin yang luar biasa karena ketidakhadiran ayah. Dan kemungkinan, pacarnya yang sekarang ini sudah memanipulasinya secara psikologis dan seksual. Besar kemungkinan akan hamil di luar nikah, jika dibiarkan pacaran terus. Dan jika menikah kelak, akan mengalami KDRT.

    Terperanjat, klien kami membenarkan bacaan tarot ini. Dia memang melihat anak tengahnya ini bucin banget, sementara cowonya kelihatan butuh nggak butuh, menyepelekan dan bersikap kasar.

    Lalu bagaimana?

    Dilakukanlah #Neuro_Surrogate_Therapy untuk mengisi kekosongan batin si gadis usia 21 ini. Agar dipenuhi dengan cinta. Nenek dan kakek si gadis juga terlibat dalam proses ini. Intinya, mereka semua berusaha mengisi seluruh relung jiwa si anak gadis agar penuh dengan cinta.

    Apa yang terjadi? Si gadis tiba-tiba tersadar bahwa dia layak dicintai. Dia layak diperlakukan baik. Dan dia, dengan gagah berani memutuskan pacarnya dan menutup semua jalur komunikasi. Total! Padahal ibu, nenek dan kakeknya tidak bicara apapun, dan tidak membocorkan keberadaan terapi ini.

    Belakangan, gadis itu berkata kepada ibunya, bahwa dia tiba-tiba tersadar saja. Dan dia tidak merasakan sedih atau kehilangan, setelah putus cinta.

    Bagus! 👏🏻👏🏻👏🏻

    ********

    Jadi kawan-kawan, kuharap, dari 3 kisah ini, kawan-kawan bisa melihat bahwa Garuda Amerta Consulting adalah lembaga yang membuka diri pada berbagai pendekatan dan metode, termasuk bekerja sama dengan kalangan ilmuwan dan medis barat. Prinsip kami adalah client centered! Yang penting adalah : klien terbantu. Tidak penting, apakah yang berperan adalah sepenuhnya science atau sepenuhnya pseudoscience.

    Satu lagi kuncinya :

    #Neuro_Surrogate_Therapy hanya bisa dilakukan oleh orang tua (ortu) yang sudah selesai dengan dirinya, selesai dari trauma-traumanya, dan memiliki ego yang sehat.

    Terapi ini TIDAK BISA dipakai untuk mendominasi anak, TIDAK BISA dipakai untuk menggiring anak menjauh dari Life Purposenya semata karena orang tuanya menghendaki lain, atau niatan yang semacam itu.

    Bagaimana jika ortunya masih ‘kacau’?

    Ya mau nggak mau, ortunya yang dibantu duluan. Diterapi duluan. Karena hanya ortu yang mantab dan kokoh, yang bisa menolong anak-anaknya.

    Jika membutuhkan layanan ini, dapat menghubungi Coach Elang di WA dengan klik di SINI

  • Self Construction

    Self Construction

    Di bawah ini, adalah pertanyaan dari seseorang yang menurutku, MEWAKILI PERTANYAAN ‘SEJUTA UMAT’ : mulai dari mana.

    Self-reconstruction (alias membangun diri kembali) memang bukan pekerjaan mudah. Sejak kecil kita sudah ‘dibentuk’ oleh preferensi ortu, desakan lingkungan, tekanan sosial dll… sehingga menjadi seperti saat ini.

    Menurut pengalaman kami sebagai konsultan, banyak sekali klien yang merasa tidak bahagia, merasa ada yang ‘kurang’ dalam hidupnya; padahal jika dilihat secara standar umum, mustinya dia berbahagia (punya uang, punya keluarga yang rukun, dan punya anak)… ternyata, setelah digali, dia tidak menghidupi jalan hidup yang semestinya dia tapaki. Ibaratnya, macam tentara TNI yang gagah dan bernyali, namun menjadi guru playgroup bergaji besar.

    Sebagai contoh nyata, ada seorang ibu rumah tangga yang dominan sekali. Suami diatur. Anak diatur. Tetangga diurus (dia aktif di lingkungan sosial). Tapi energinya besar sekali sehingga banyak orang merasa iritasi padanya. Setelah digali, ternyata dia bernumerologi emperor! Ya pantesan suka ngatur-ngatur orang lain… Energinya dia salurkan di ‘wilayah pribadi’ orang lain. Ngatur-ngatur hidup orang. Setelah kami sarankan dia membangun bisnis… ternyata bisnisnya maju pesattttt. Dan dia pulang ke rumah dalam keadaan capek… sudah nggak napsu lagi ngatur-ngatur ‘orang-orang yang di rumah’…. Malah, karena dia sadar bahwa dia sekarang sibuk banget, dia malah bisa membuat quality time dengan keluarganya.

    Akhirnya, rumah tangganya ‘selamat’, anak-anak mendapatkan kemerdekaan yang sehat, ibu mendapatkan aktualisasi diri, menjadi bahagia dan secara financial menanjak….

    Begitulah jika kita hidup sesuai ‘visi misi’ kehidupan kita. Nggak ada kompensasi aneh-aneh… Sama seperti salah satu klien lain, yang setelah tahu apa tujuan hidupnya, jadi berhenti berpetualang cinta kemana-mana, hanya untuk memenuhi ‘dahaga’ akan excitement hidup. Sekarang dia memiliki hidup yang tetap seru, tapi tanpa skandal.

    Semoga menjawab ya… 🙏🏼

  • Numerologi dan Life Purpose

    Numerologi dan Life Purpose

    Klien yang satu ini mendaftar untuk sesi 30 menit : hanya ingin tahu apa numerologinya dan apa life purposenya. Namun tebaran yang terbuka, sudah memberikan banyak sekali jawaban sebagai panduan.

    Numerologinya : 2020 (4). Perhatikan ya, ada dua buah angka 2 di situ.

    Values hidupnya : 2000 (2). Nah angka 2 lagi.

    Dia jelas punya potensi menjadi orang yang luar biasa hebat kalau mampu memadukan intelektualitas dan intuisinya secara bersamaan sebagai orang yang berkepribadian Emperor (numerologi 4, namun dengan kombinasi double High Priestess) dengan values High Priestess (numerologi 2).

    Selain High Priestess, nggak ada pribadi dari tipe lain yang mampu tampil ‘anggun, lemah lembut, seolah tak berbahaya’ padahal mampu menyusun strategi yang licin dan cerdik. Cara High Priestess ‘membunuh’ lawan politiknya itu halus, seperti datangnya musim dingin. Sepertinya sepele, cuma menjatuhkan butiran salju yang kecil-kecil. Tetapi tanpa terasa, lawannya akan terjebak dalam kebekuan yang mematikan, sebelum akhirnya tamat riwayatnya secara perlahan. Dan setelah lawannya ‘mati’, High Priestess akan muncul secara anggun bagaikan musim semi. Seolah tak ada apa-apa. Misterius namun mempesona.

    Ya, memang tidak mudah mengembangkan kepribadian High Priestess yang seimbang sempurna. Kebanyakan orang bertipe High Priestess terjebak pada dualitas itu : menjadi terlalu rasional, sampai mengabaikan bahkan menganggap rendah intuisi. Atau sebaliknya, menjadi terlalu mengandalkan intuisi dan tidak membiasakan diri berpikir cermat dan teliti.

    Maka perlu sebuah kesadaran penuh untuk bisa mengembangkan 2 kekuatan yang lethal itu : logika dan intuisi, kemudian memadukankannya.

    *******

    “Mohon maaf, anda menikah?”

    “Hampir, Mbak. Sebulan lalu, tetapi nggak jadi padahal sudah mengurus persiapan pernikahan.”

    “Karena ada orang ketiga?”

    “Ya, karena orang ketiga yang tidak bisa dia putuskan untuk dia tinggalkan.”

    “Lelaki ini sudah tua, atau lebih tua darimu?”

    “Iya mbak.”

    Oke. Pantesan ada King of Cups (lambang sugar daddy) dan Three of Cups (bisa diartikan pesta, namun juga bisa dimaknai sebagai cinta segitiga).

    “Dia punya istri kah?”

    “Nggak mbak. Dia pacaran dengan saya sudah lama, tetapi kemudian punya selingkuhan yang tidak sanggup dia putuskan, bahkan sampai kami akan menikah. Lalu saya yang memilih mundur.”

    “Wah bagus. Di’letgo’ saja. Suami model begini akan sulit menentukan prioritas. Jika anda melanjutkan hubungan sampai ke jenjang pernikahan… nanti fokus dan energi anda akan habis untuk mengurusi drama domestik ala sinetron begini.”

    “Bagi orang lain, kedewasaan dan level spiritualnya bisa terdevelop naik melalui drama pernikahan. Tapi bagi anda, medan laga anda terletak pada karir. Akan ada tawaran bekerja di luar nih. Entah luar negeri atau luar kota. Atau pekerjaan di dalam negeri namun terkait dengan perdagangan internasional. Panggilan hidupmu lebih ke arah karir dan keuangan. Ace of Pentacles sampai keluar dua kali. Duit besar akan keluar dari awan nih.”

    “Bisakah dilihat bekerja di mana dan bidang apa mbak?”

    “Oh tentu bisa, tetapi sesi ini kan khusus membahas Numerologi dan Life Purpose, mbak. Hanya 30 menit. Kalau mau menggali persoalan dan mencari solusi, musti mengambil sesi reguler yang berdurasi 55 menit. Kami memiliki 3 pilihan untuk sesi reguler ini, mbak. Ada yang bersama dua orang associate, ada yang bersama Ade Sikado dan dua orang associate, lalu ada yang bersama Ade Sikado dan saya. Bisa dipilih.”

    “Nggak usah khawatir, ada potensi anda akan menemukan jodoh dan menikah… tetapi pernikahan yang akan mendukung anda untuk fokus di area publik. Ini ada ten pentacles.”

    ********

    Banyak orang, karena tidak memiliki pengetahuan akan potensi-potensi terpendamnya, dan tidak memiliki informasi tentang Life Purpose-nya… seringkali mengambil rute yang umumnya diambil orang lain : menikah, beranak, lalu hidup mapan… namun dengan perasaan gelisah, tidak puas, tidak bahagia… padahal semua baik-baik saja : pasangan hidup bertanggung jawab dan setia, anak-anak sehat dan cerdas, finansial lancar. Tapi tetap saja tidak ada kepuasan batin. Seperti ada yang salah, tapi nggak tahu apa…

    Aku punya kawan, seorang perempuan priyayi dari keluarga dokter (ayah, ibu, kakak dan adiknya juga dokter) yang berada dan terpandang. Dia menikah dengan seorang dokter yang ortunya (ayahnya saja) adalah dokter juga. Kawanku ini menikah, memiliki dua anak, dan karena secara finansial dia terjamin, dia memutuskan menjadi ibu rumah tangga.

    Aku heran ketika mengetahui bahwa perempuan yang bernumerologi 8 dan memiliki values 7 (8 adalah Strength, petarung. 7 adalah Chariot juga petarung) ini menjalani hidupnya dengan ‘bertempur’ mengganti sarung bantal yang matching dengan taplak meja makan… menata ulang perabotan… antar jemput anak dan sibuk arisan dengan dress code….

    Saat itu aku sempat berpikir, ‘Oh numerologi ternyata tidak selalu akurat. Mungkin banyak anomali seperti ini, seorang petarung yang memilih menata meja dan bikin pesta.’

    Lalu, tepat ketika anak-anaknya beranjak remaja (tentu butuh banyak biaya), mertuanya meninggal. Ayahnya juga menyusul meninggal. Ya wajar ya, sudah pada sepuh-sepuh… Tetapi yang paling mengejutkan, suaminya yang tegap dan sehat itu terkena serangan stroke. Harta memang masih banyak. Tapi masak iya, mereka akan menghabiskan 50 tahun ke depan dengan ‘makan tabungan’?

    Kawanku balik body, dari dalam rumah menuju keluar rumah. Dia mengganti baju pestanya menjadi baju wonder woman. Dia sebetulnya lulusan dokter juga. Tetapi selama ini kan, ijazahnya sudah lama nggak terpakai. Setelah berdiskusi denganku (waktu itu masih menjadi tarot reader amatiran), dia memutuskan menjadi pengusaha property : beli apartemen sejak masih ground breaking, lalu dia renovasi dan dekorasi, dia jual kembali dengan keuntungan sampai 1/2 milyar. Setelah 10 tahun dijalani (dan suaminya akhirnya meninggal) dia kini menjadi developer perumahan. Bikin rumah…! 😍

    Pernah suatu hari, dia berkata padaku,

    “Jangan-jangan ya Nek… gue kudu digampar oleh kehidupan dengan cara bokap-bokap gue meninggal dulu… dengan cara suami sakit dulu. Coba sejak dulu gue menjadi petarung sekaligus ibu, barangkali suami gue masih ada…”

    Saat itu aku cuma bisa memeluknya sambil bertanya dalam hati : kapan ya, aku bisa membuka layanan konsultasi khusus membahas Numerologi dan Life Purpose?

    Eh, sekarang terwujud bersama Garuda Amerta. Jika ada yang membutuhkan layanan ini, silakan ke daftarGAC.com