Author: adminweb

  • Ternyata di Eropa Juga Ada SANTET

    Ternyata di Eropa Juga Ada SANTET

    Kemarin saya dihubungi oleh Deni, salah satu alumnus Matrix yang sudah lama ikut kelas Cosmic Healing.

    Deni adalah salah satu alumnus yang sesudahnya menekuni karier sebagai seorang Healer full-time secara professional.

    Saat berbicara saya mendengar suara Deni sepertinya lagi kurang sehat.

    Lalu kami terlibat dalam pembicaraan seperti ini:

    Coach Awie: Deni, saya sense kamu lagi sakit ya?

    Deni: Iya coach, sejak kemarin sakit kepala dan demam, apakah boleh minta dibantu healing?

    Ketika saya cek, saya melihat sebuah tungku besar dengar sesuatu yang dimasak di dalamnya, kemudian di sampingnya ada sebuah meja dengan ramuan-ramuan herbal, lilin dan kadal yang sudah dikeringkan.

    Coach Awie: Kamu baru saja memberikan healing pada pasien dari luar negeri ya Deni?

    Deni: Iya coach, kemarin saya dapat satu pasien dari Yunani, katanya disantet oleh tantenya yang menekuni ilmu sejenis sihir, kenapa coach?

    Coach Awie: Ini saya melihat kamu dicari dan lagi diserang oleh tantenya yang tidak senang karena kamu healing korbannya.

    Deni: Oh pantes dari kemarin saya sakit kepala dan demam, anehnya sesudah meditasi hilang, tapi nanti datang lagi, kirain itu sakit fisik, kok saya tidak merasakan apapun?

    Coach Awie: Sihir dari sana agak sedikit berbeda, mau saya bantu healing?

    Deni: Boleh coach.

    Beberapa saat kemudian sesudah di-healing, sakit kepada dan demamnya mulai mereda.

    Nah temen-teman, saya sudah sering memberikan healing untuk orang-orang Barat dalam kasus santet, Awalnya saya berpikir bahwa hanya di Indonesia saja yang santetnya kuat, ternyata sihir di sana juga lumayan kuat dan bagi seorang praktisi yang kurang berpengalaman, kadang bingung untuk mengatasinya karena sifat dan caranya jauh berbeda.

    Sesudahnya saya mengajarkan kepada Deni bagaimana caranya strategi melindungi diri sendiri supaya tidak dicari dan diserang oleh dukun-dukun, salah satunya adalah dengan metoda ENERGY CLONING yang akan diajarkan di kelas Matrix Cosmic Healing Practitioner yang diadakan setiap hari Minggu, minggu ke-4 setiap bulan, dalam kelas ini nanti akan diajarkan metode energy healing yang praktis dan mudah dikuasai, cocok untuk yang ingin menekuni karier sebagai healer maupun untuk kebutuhan pribadi seperti healing jarak jauh, membersihkan energy negatif rumah dan kantor, bahkan sampai ke urusan gangguan makhluk astral.

    Bagi teman-teman yang tertarik bisa menghubungi Sarah di WA +62 813-8080-2768, atau ketik DaftarGAC.com utk pendaftaran atau informasi lbh lanjut.

  • Kulineran Sambil ngEazy Slimming

    Kulineran Sambil ngEazy Slimming

    Sebelum berangkat ke Jepang ini, aku minta Coach Awie Suwandi untuk menanamkan hipnoslimming padaku. Nama hipnonya : Numpang Lewat 🤣

    Daniel Sastraamidjaja yang mau halan-halan ke Singapore bareng bininya yang Ratu Cendol itu : Tessa Ayuningtyas Sugito juga minta dihipno ’Numpang Lewat’

    Ini adalah hipno khusus kalau peserta Eazy Slimming mau liburan dan kulineran. Artinya, nanti makanan yang kita pilih untuk ‘numpang lewat’, tidak akan dicerna oleh tubuh kita. Alias langsung ke usus besar dan siap dibuang hehehehe

    Duluuuu aku pernah diprogram begini juga.

    Jalan ke Semarang selama 4 hari, kulineran kalap, dalam sehari bisa makan sampai 6 kali… eeeh pas pulang ke Jakarta, bobot tubuh berkurang 1,5 kilo…!

    ********

    Ini aku makan ramen dan bener…

    1 porsi nggak habis. Aku cepat merasa kenyang, sekarang. Padahal ini ramennya enak banget…

    Nana Padmo (Founders)

  • Moving On, Merelakan Masa Lalu

    Moving On, Merelakan Masa Lalu

    TAHUKAH ANDA, masa lalu yang sulit direlakan itu bukan mesti kenangan kelam dan buruk loh. Kenangan indah juga dapat membuat kita sulit merelakan. Sudah direlakan pun tetap saja sulit move on.

    Justru karena terlalu indah, makanya tidak rela beranjak dari sana. Karena terlalu membahagiakan, maka terasa sulit untuk mencari penggantinya.

    Kita lihat ada orang yang tidak bersedia menikah lagi setelah kehilangan pasangan hidup karena kematian padahal dia mampu. Ternyata dia merasa sulit menghapus kenangan indah bersama almarhum(ah). Jangankan menikah lagi, merelakan saja belum tentu mampu. Bahkan banyak kasus yang kita ketahui malah menyusul pujaan hatinya bertemu Yang Maha Kuasa, tak lama setelah kejadian kehilangan.

    Kesedihan akibat kehilangan orang yang dicintai lebih kepada rasa cinta itu sendiri. Cinta yang membuat bahagia itu telah hilang sudah. Mencari cinta yang sama di orang yang berbeda (apalagi yang lebih dari itu) sangat susah. Maka dia tetap hidup di masa lalu bersama kenangan pasangannya. Ada yang membuat suatu ruangan khusus yang menyimpan semua barang-barang pasangannya untuk dikunjungi setiap saat. Melarang orang-orang menyentuh apapun yang berada di ruangan itu. Ada yang selalu datang ke pemakaman pasangannya dan berlama-lama di sana sambil mengenang masa lalu yang indah.

    Terkadang perilaku ini dapat memberikan ketenangan, namun sering kali malah membuat luka semakin dalam. Hidup di masa lalu dan menolak perubahan adalah ciri-ciri orang yang belum move on. Efek jangka panjangnya dapat berpengaruh ke kondisi kesehatan mental dan fisik yang lebih serius.

    Devira Sari (Psikolog, Garuda Amerta associates)