Financial Transmutation adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses transformasi dan transmutasi dalam keuangan dan kesejahteraan finansial.
Ini melibatkan perubahan pemikiran dan tindakan tentang uang dan kekayaan, dan berfokus pada menemukan harmoni dan keseimbangan antara aspek materi dan spiritual dalam hidup.
Financial Transmutation berkonsentrasi pada pengembangan kesadaran finansial dan membantu individu untuk mengatasi hambatan mental dan emosional yang mungkin mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengelola uang dan mencapai kesejahteraan finansial.
Ini menekankan pentingnya menemukan tujuan yang selaras dengan nilai dan keinginan pribadi, dan membuat pilihan keuangan yang sesuai dengan misi dan visi hidup individu.
Dengan melakukan Financial Transmutation, individu dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang hubungan mereka dengan uang dan membantu mereka untuk mencapai kesejahteraan finansial yang lebih baik dan keseimbangan hidup yang lebih baik.
Foto diriku yang kemarin, ternyata membuat beberapa orang tergelitik untuk bertanya : itu rambut asli…? Itu uban atau diwarnai…?
Jawabannya, tentu : itu uban. Jelas rambut asli
Aku datang dari keluarga yang memiliki genetik unik : cepat beruban, tapi kulit awet mulus tanpa jerawat sejak puber. Nenek, bude-bulik sampai sepupu-sepupuku begitu. Ketika kami tua, kulit kami kendor. Pipi dan dagu turun. Tapi nggak keriput.
Itu makanya, kenapa kami tidak memerlukan perawatan kulit yang ngejelimet. Benar-benar dapat jackpot genetika.
Jadi, ketika kami mulai beruban di usia muda… tantangan yang kami hadapi sama : bagaimana berdamai dan menerima perubahan fisik ini sebagai bagian dari diri kami.
Ngecat-ngecat rambut, awalnya kulakukan. Tapi dalam 2-4 minggu lalu harus ngecat lagi karena di pangkal rambut timbul warna putih lagi. Begitu terus. Karena sadar : aku tak bisa melawan alam.. aku, sama seperti pendahulu dan senior-seniorku di keluarga, lalu mulai berdamai dengan ubanku.
Jadi, yang kemudian kulakukan adalah : merawat rambutku agar tebal. Dengan pikiran : orang itu terlihat tua bukan karena uban atau keriput… tetapi ketika nampak : lusuh, layu, tidak fit, ‘meranggas’, murung dan tidak lincah. Rambut tipis, adalah salah satu ciri tidak fit dan ‘meranggas’.
Jadi, kemudian aku bertualang mencobai berbagai tonic rambut. Mulai dari Ginseng Hairtonic dari Rudi Hadisuwarno, Garnier Neril, NR, Intense, Nature, Aminexil dari L’oreal… sampai dapat yang cocok.
********
PR ku yang kemudian, adalah bobot tubuh.
Kalau menurut BMI (Body Mass Index) Calculator versi gratisan di google, berat badanku tergolong obesitas. Nggak ada istilah ‘nggak papa gemuk, yang penting sehat’ di kamusku. Karena, semua organ yang dibalut lemak itu TIDAK SEHAT.
Dan terbukti kan?
Ketika aku sedang merasa fit, mampu jalan kaki 12 km sehari ketika traveling, mampu diving/menyelam melawan arus di laut selama 1 jam non stop, mampu berenang bolak-balik selama 1,5 jam non stop tanpa ngos-ngosan… ternyata aku memiliki 3 sumbatan jantung dan Desember kemarin terpaksa dadakan dioperasi karena sudah tersumbat 90%.
Untung ketika itu aku iseng-iseng general check up..!!! Kalau nggak kan, mungkin saja aku tiba-tiba stroke atau meninggal. Dan orang-orang cuma komentar :
“Padahal kemarin masih kasih konsultasi lho ke gue…”
“Padahal tadi malem masih ketawa-ketawa sama aku di telepon.”
“Padahal tadi pagi masih bikin status lho.”
Tidak sakit, bukan berarti sehat.
Aku tidak sakit ketika itu. Tapi tubuhku tidak sedang baik-baik saja.
Sekarang aku sedang bergabung dengan EAZY SLIMMING, program baru besutan Coach Awie Suwandi. Metode pelangsingan yang mudah maka dinamai ‘eazy’ : tanpa pantangan makan, tanpa kewajiban olah raga berat. Dalam seminggu, dietnya hanya 2 hari saja.
Aku diterapi dengan hipnoslimming lalu dibimbing menciptakan ‘Manager Body’ dan ‘Manager Kebiasaan’ di bawah sadarku. So far sudah turun 5 kilogram. Masih ada 16 kilogram lagi yang harus dibuang, agar jarum BMI menunjuk ke area normal.
Tentu saja aku bersemangat untuk sehat.
Foto-foto di bawah adalah perempuan berusia di atas 60 tahun. Beruban, keriput, seorang dandan berat, seorang dandan natural, seorang bare face. Tapi tak seorang pun nampak layu apalagi mengenaskan.
Menjadi tua adalah sebuah proses alamiah. Ini nggak bisa dilawan atau dibendung.
Tetapi, sehat dan bahagia adalah hal yang bisa diupayakan dan diikhtiarkan, sesuai keputusan kita.
Mungkin teman2 sering mendengar kata kata orang tua dulu yang seperti ini…
Kalau Mau Berbisnis, Mending Jangan Menekuni Hal Hal Yang Bersifat Spiritual, atau sebaliknya.
Saya jadi teringat pada keluhan serba salah dari beberapa klien yang tertarik untuk mendalami dunia spiritual, tapi bingung ketika diberitahu bahwa salah satu syaratnya adalah harus bersiap siap hidup sederhana alias hidup dengan seadanya, jadi mereka harus memilih salah satu, antara jalur spiritual atau jalur bisnis.
Nasehat ini muncul karena banyak orang secara intuitif dapat merasakan bahwa energy Spiritual ternyata tidak searah dan bertolak belakang sifatnya dengan energy yang dibutuhkan dalam menjalankan bisnis.
Dari perspetif energy, kalau energy spiritual itu sifatnya damai, tenang, hening, pasif, bijaksana dengan orientasi amal.
Sedangkan energy dalam bisnis itu ramai, aktif, dengan perputaran yang cepat, orientasi profit dengan hitungan yang cermat.
Apa yang terjadi ketika energy spiritual diterapkan dalam bisnis, sifat damai dan hening akan membuatnya bisnisnya menjadi sepi dan tidak berkembang, sedangkan ketika energy bisnis dipakai dalam urusan spiritual akan menjadikan seorang praktisi bersifat komersial, aktif, penuh hitung hitungan yang pada akhrinya juga tidak akan memberikan hasil sesuai dengan yang diinginkan.
Jadi apakah kita memang harus memilih salah satu? Jadi serba salah…
Di satu sisi ada kebutuhan utk berbisnis demi memenuhi keinginan pribadi, untuk memastikan dapur tetap ngebul dan anak anak dapat disekolahkan setinggi mungkin…sedangkan disisi lain merasa terpanggil untuk menekuni jalur spiritual yang memberikan kedamaian hati…
TERNYATA KITA TIDAK PERLU MEMILIH…!!!
Berita bagusnya, dengan cara dan strategi yang cerdas, kedua jenis energy yang sifatnya saling bertolak belakang bisa dikelola dengan baik dan bahkann bisa dibuat menjadi saling melengkapi sebagai sebuah kesatuan.
JADI… KALAU BISA DAPAT DUA DUANYA, KENAPA HARUS MEMILIH SALAH SATU?
Lalu bagaiman caranya? Strateginya dibahas di Zoominar dan sesi terapi dalam kelas MoneyFestation Mastery (Magnet Rejeki) yang akan biasa diadakan pada hari Minggu. Dalam kelas tersebut anda akan diajarkan strategi cerdas bukan hanya untuk kelola energy spiritual dan bisnis saja dengan cerdas, tapi juga banyak jenis energy energy lain seperti energy aktualisasi diri dan belajar yang penuh dengan rasa ingin tahu, aktif dan kreatif yang juga bertolak belakang dengan energy energy lainnya.
Bagi yang tertarik, silakan Info ke Sarah +62 813-8080-2768, atau klik DaftarGAC.com