Tag: belajar tarot

  • Hidup Selalu Apes dan Menderita?

    Hidup Selalu Apes dan Menderita?

    Kok hidup saya apes dan menderita?

    Ini adalah pertanyaan yang sering diajukan banyak orang, tanpa menyadari bahwa kondisi yang mereka alami ini adalah sebagai hasil dari pilihan dan tindakan mereka di masa lalu.

    Mereka merasa kehilangan kendali atas hidup mereka dengan memposisikan dirinya sebagai korban dari orang-orang dan lingkungan sekitarnya dan mulai menyalahkan semuanya.

    Lalu bagaimana cara supaya kita tidak terjebak dalam perilaku dan mindset korban?

    Di kelas Matrix Power Zone diajarkan dan diterapi untuk mengambil tanggung jawab dalam kejadian sehari hari dengan melatih kesadaran bahwa dalam kondisi sesulit apapun, kita masih punya pilihan, mau mempermasalahkan bisa, mau mengabaikan juga bisa bahkan mau dimanfaatkan juga bisa, yang terakhir ini disebut men-transmute masalah jadi peluang.

    Untuk memulai kita perlu tahu dulu di level kesadaran yang mana kondisi kita saat ini karena level kesadaran kita menentukan kacamata atau sudut pandang yang kita gunakan dalam kejadian sehari hari.

    Untuk itu saya akan meminjam hasil riset dari seorang pakar kinesiology bernama David Hawskin yang dikenal dengan skala level kesadaran.

    Apa dan seperti apa level kesadaran versi David Hawkins?

    David Hawkins dalam buku terkenalnya “Power vs. Force” menyajikan sebuah skala kesadaran yang menggambarkan tingkat kesadaran dari individu atau masyarakat. Skala ini dimulai dari tingkat kesadaran yang rendah (0-200) hingga tingkat kesadaran yang tinggi (700-1000). Berikut adalah beberapa tingkat kesadaran yang dikenal dalam skala Hawkins:

    Tingkat kesadaran yang lebih tinggi dalam skala ini dipandang sebagai tingkat kesadaran yang lebih baik dan mencerminkan tingkat kebijaksanaan, cinta, dan pemahaman yang lebih besar.

    Nah berikut ini ada tabel tetang level kesadaran dan bgmn kita memandang hidup in.

    Silakan share ya level kesadaran anda dimana?

    Ingin tahu lebih detil? Hubungi SARAH untuk mendaftar, klik di SINI

    #awiesuwandi

    #matrixcosmic

    #tranzworksinstitut

    #garudaamerta

    #trancemutation

    #SHINE

    MatrixCosmic.com

    InfoGAC.com

  • Jangan Jadi Parno Karena Tarot Meramal Ada Potensi Buruk

    Jangan Jadi Parno Karena Tarot Meramal Ada Potensi Buruk

    Banyak klien konsultasi tarot saya, menjadi parno ketika diberitahu : ada POTENSI buruk yang akan terjadi.

    Mereka menjadi takut, seolah ramalan itu tidak bisa ditolak.

    SALAH…! Manusia itu, sebetulnya sangat berdaya untuk menolak potensi buruk dan juga berdaya untuk MEWUJUDKAN potensi baik…

    Kalau kalian memahami, apa itu kehidupan… dan mengetahui bagaimana mekanisme kehidupan berjalan… Maka kalian akan memahami bahwa jalan hidup nggak bisa diramalkan secara telak-telak.

    Yang bisa adalah :

    ~ kita membaca rambu-rambunya.

    ~ kita membaca pertandanya.

    ~ Iqra.

    Dengan jeli.

    Lalu, di sinilah letaknya nilai kita sebagai manusia : kita lalu berikhtiar mengerahkan seluruh kemampun kita, serta sesuai dengan PENGETAHUAN yang sudah kita dapatkan, setelah membaca pertanda dan memahami ‘pesan’ atau ‘peringatan’nya.

    Jadi, nggak ada yang evil atau satanic, terkait dengan tarot di tangan kami, konsultan Garuda Amerta. Justru, kami memakai tarot SEBAGAI ALAT BANTU untuk ‘menggali’ informasi yang dibutuhkan bagi penyusunan strategi kehidupan kita di masa depan.

    #Disclaimer ya :

    Setiap alat di dunia ini berfungsi tergantung siapa dan bagaimana operatornya. Pisau di tangan koki, fungsinya akan berbeda dengan pisau di tangan anak remaja yang berangkat tawuran!

    Yuk, jadilah insan yang berdaya! Kita ora et labora, berdoa dan bekerja. Dan tentu saja : membekali diri dengan sebanyak mungkin informasi yang bermanfaat dan membantu kemajuan dan kebaikan kita.

    *****

    Seandainya Anda membutuhkan, bisa mendaftar di SINI

  • Uban dan Berat Badan

    Uban dan Berat Badan

    Foto diriku yang kemarin, ternyata membuat beberapa orang tergelitik untuk bertanya : itu rambut asli…? Itu uban atau diwarnai…?

    Jawabannya, tentu : itu uban. Jelas rambut asli 😄

    Aku datang dari keluarga yang memiliki genetik unik : cepat beruban, tapi kulit awet mulus tanpa jerawat sejak puber. Nenek, bude-bulik sampai sepupu-sepupuku begitu. Ketika kami tua, kulit kami kendor. Pipi dan dagu turun. Tapi nggak keriput.

    Itu makanya, kenapa kami tidak memerlukan perawatan kulit yang ngejelimet. Benar-benar dapat jackpot genetika.

    Jadi, ketika kami mulai beruban di usia muda… tantangan yang kami hadapi sama : bagaimana berdamai dan menerima perubahan fisik ini sebagai bagian dari diri kami.

    Ngecat-ngecat rambut, awalnya kulakukan. Tapi dalam 2-4 minggu lalu harus ngecat lagi karena di pangkal rambut timbul warna putih lagi. Begitu terus. Karena sadar : aku tak bisa melawan alam.. aku, sama seperti pendahulu dan senior-seniorku di keluarga, lalu mulai berdamai dengan ubanku.

    Jadi, yang kemudian kulakukan adalah : merawat rambutku agar tebal. Dengan pikiran : orang itu terlihat tua bukan karena uban atau keriput… tetapi ketika nampak : lusuh, layu, tidak fit, ‘meranggas’, murung dan tidak lincah. Rambut tipis, adalah salah satu ciri tidak fit dan ‘meranggas’.

    Jadi, kemudian aku bertualang mencobai berbagai tonic rambut. Mulai dari Ginseng Hairtonic dari Rudi Hadisuwarno, Garnier Neril, NR, Intense, Nature, Aminexil dari L’oreal… sampai dapat yang cocok.

    ********

    PR ku yang kemudian, adalah bobot tubuh.

    Kalau menurut BMI (Body Mass Index) Calculator versi gratisan di google, berat badanku tergolong obesitas. Nggak ada istilah ‘nggak papa gemuk, yang penting sehat’ di kamusku. Karena, semua organ yang dibalut lemak itu TIDAK SEHAT.

    Dan terbukti kan?

    Ketika aku sedang merasa fit, mampu jalan kaki 12 km sehari ketika traveling, mampu diving/menyelam melawan arus di laut selama 1 jam non stop, mampu berenang bolak-balik selama 1,5 jam non stop tanpa ngos-ngosan… ternyata aku memiliki 3 sumbatan jantung dan Desember kemarin terpaksa dadakan dioperasi karena sudah tersumbat 90%.

    Untung ketika itu aku iseng-iseng general check up..!!! Kalau nggak kan, mungkin saja aku tiba-tiba stroke atau meninggal. Dan orang-orang cuma komentar :

    “Padahal kemarin masih kasih konsultasi lho ke gue…”

    “Padahal tadi malem masih ketawa-ketawa sama aku di telepon.”

    “Padahal tadi pagi masih bikin status lho.”

    Tidak sakit, bukan berarti sehat.

    Aku tidak sakit ketika itu. Tapi tubuhku tidak sedang baik-baik saja.

    Sekarang aku sedang bergabung dengan EAZY SLIMMING, program baru besutan Coach Awie Suwandi. Metode pelangsingan yang mudah maka dinamai ‘eazy’ : tanpa pantangan makan, tanpa kewajiban olah raga berat. Dalam seminggu, dietnya hanya 2 hari saja.

    Aku diterapi dengan hipnoslimming lalu dibimbing menciptakan ‘Manager Body’ dan ‘Manager Kebiasaan’ di bawah sadarku. So far sudah turun 5 kilogram. Masih ada 16 kilogram lagi yang harus dibuang, agar jarum BMI menunjuk ke area normal.

    Tentu saja aku bersemangat untuk sehat.

    Foto-foto di bawah adalah perempuan berusia di atas 60 tahun. Beruban, keriput, seorang dandan berat, seorang dandan natural, seorang bare face. Tapi tak seorang pun nampak layu apalagi mengenaskan.

    Menjadi tua adalah sebuah proses alamiah. Ini nggak bisa dilawan atau dibendung.

    Tetapi, sehat dan bahagia adalah hal yang bisa diupayakan dan diikhtiarkan, sesuai keputusan kita.