Tag: garudaamerta

  • Numerologi dan Life Purpose

    Numerologi dan Life Purpose

    Klien yang satu ini mendaftar untuk sesi 30 menit : hanya ingin tahu apa numerologinya dan apa life purposenya. Namun tebaran yang terbuka, sudah memberikan banyak sekali jawaban sebagai panduan.

    Numerologinya : 2020 (4). Perhatikan ya, ada dua buah angka 2 di situ.

    Values hidupnya : 2000 (2). Nah angka 2 lagi.

    Dia jelas punya potensi menjadi orang yang luar biasa hebat kalau mampu memadukan intelektualitas dan intuisinya secara bersamaan sebagai orang yang berkepribadian Emperor (numerologi 4, namun dengan kombinasi double High Priestess) dengan values High Priestess (numerologi 2).

    Selain High Priestess, nggak ada pribadi dari tipe lain yang mampu tampil ‘anggun, lemah lembut, seolah tak berbahaya’ padahal mampu menyusun strategi yang licin dan cerdik. Cara High Priestess ‘membunuh’ lawan politiknya itu halus, seperti datangnya musim dingin. Sepertinya sepele, cuma menjatuhkan butiran salju yang kecil-kecil. Tetapi tanpa terasa, lawannya akan terjebak dalam kebekuan yang mematikan, sebelum akhirnya tamat riwayatnya secara perlahan. Dan setelah lawannya ‘mati’, High Priestess akan muncul secara anggun bagaikan musim semi. Seolah tak ada apa-apa. Misterius namun mempesona.

    Ya, memang tidak mudah mengembangkan kepribadian High Priestess yang seimbang sempurna. Kebanyakan orang bertipe High Priestess terjebak pada dualitas itu : menjadi terlalu rasional, sampai mengabaikan bahkan menganggap rendah intuisi. Atau sebaliknya, menjadi terlalu mengandalkan intuisi dan tidak membiasakan diri berpikir cermat dan teliti.

    Maka perlu sebuah kesadaran penuh untuk bisa mengembangkan 2 kekuatan yang lethal itu : logika dan intuisi, kemudian memadukankannya.

    *******

    “Mohon maaf, anda menikah?”

    “Hampir, Mbak. Sebulan lalu, tetapi nggak jadi padahal sudah mengurus persiapan pernikahan.”

    “Karena ada orang ketiga?”

    “Ya, karena orang ketiga yang tidak bisa dia putuskan untuk dia tinggalkan.”

    “Lelaki ini sudah tua, atau lebih tua darimu?”

    “Iya mbak.”

    Oke. Pantesan ada King of Cups (lambang sugar daddy) dan Three of Cups (bisa diartikan pesta, namun juga bisa dimaknai sebagai cinta segitiga).

    “Dia punya istri kah?”

    “Nggak mbak. Dia pacaran dengan saya sudah lama, tetapi kemudian punya selingkuhan yang tidak sanggup dia putuskan, bahkan sampai kami akan menikah. Lalu saya yang memilih mundur.”

    “Wah bagus. Di’letgo’ saja. Suami model begini akan sulit menentukan prioritas. Jika anda melanjutkan hubungan sampai ke jenjang pernikahan… nanti fokus dan energi anda akan habis untuk mengurusi drama domestik ala sinetron begini.”

    “Bagi orang lain, kedewasaan dan level spiritualnya bisa terdevelop naik melalui drama pernikahan. Tapi bagi anda, medan laga anda terletak pada karir. Akan ada tawaran bekerja di luar nih. Entah luar negeri atau luar kota. Atau pekerjaan di dalam negeri namun terkait dengan perdagangan internasional. Panggilan hidupmu lebih ke arah karir dan keuangan. Ace of Pentacles sampai keluar dua kali. Duit besar akan keluar dari awan nih.”

    “Bisakah dilihat bekerja di mana dan bidang apa mbak?”

    “Oh tentu bisa, tetapi sesi ini kan khusus membahas Numerologi dan Life Purpose, mbak. Hanya 30 menit. Kalau mau menggali persoalan dan mencari solusi, musti mengambil sesi reguler yang berdurasi 55 menit. Kami memiliki 3 pilihan untuk sesi reguler ini, mbak. Ada yang bersama dua orang associate, ada yang bersama Ade Sikado dan dua orang associate, lalu ada yang bersama Ade Sikado dan saya. Bisa dipilih.”

    “Nggak usah khawatir, ada potensi anda akan menemukan jodoh dan menikah… tetapi pernikahan yang akan mendukung anda untuk fokus di area publik. Ini ada ten pentacles.”

    ********

    Banyak orang, karena tidak memiliki pengetahuan akan potensi-potensi terpendamnya, dan tidak memiliki informasi tentang Life Purpose-nya… seringkali mengambil rute yang umumnya diambil orang lain : menikah, beranak, lalu hidup mapan… namun dengan perasaan gelisah, tidak puas, tidak bahagia… padahal semua baik-baik saja : pasangan hidup bertanggung jawab dan setia, anak-anak sehat dan cerdas, finansial lancar. Tapi tetap saja tidak ada kepuasan batin. Seperti ada yang salah, tapi nggak tahu apa…

    Aku punya kawan, seorang perempuan priyayi dari keluarga dokter (ayah, ibu, kakak dan adiknya juga dokter) yang berada dan terpandang. Dia menikah dengan seorang dokter yang ortunya (ayahnya saja) adalah dokter juga. Kawanku ini menikah, memiliki dua anak, dan karena secara finansial dia terjamin, dia memutuskan menjadi ibu rumah tangga.

    Aku heran ketika mengetahui bahwa perempuan yang bernumerologi 8 dan memiliki values 7 (8 adalah Strength, petarung. 7 adalah Chariot juga petarung) ini menjalani hidupnya dengan ‘bertempur’ mengganti sarung bantal yang matching dengan taplak meja makan… menata ulang perabotan… antar jemput anak dan sibuk arisan dengan dress code….

    Saat itu aku sempat berpikir, ‘Oh numerologi ternyata tidak selalu akurat. Mungkin banyak anomali seperti ini, seorang petarung yang memilih menata meja dan bikin pesta.’

    Lalu, tepat ketika anak-anaknya beranjak remaja (tentu butuh banyak biaya), mertuanya meninggal. Ayahnya juga menyusul meninggal. Ya wajar ya, sudah pada sepuh-sepuh… Tetapi yang paling mengejutkan, suaminya yang tegap dan sehat itu terkena serangan stroke. Harta memang masih banyak. Tapi masak iya, mereka akan menghabiskan 50 tahun ke depan dengan ‘makan tabungan’?

    Kawanku balik body, dari dalam rumah menuju keluar rumah. Dia mengganti baju pestanya menjadi baju wonder woman. Dia sebetulnya lulusan dokter juga. Tetapi selama ini kan, ijazahnya sudah lama nggak terpakai. Setelah berdiskusi denganku (waktu itu masih menjadi tarot reader amatiran), dia memutuskan menjadi pengusaha property : beli apartemen sejak masih ground breaking, lalu dia renovasi dan dekorasi, dia jual kembali dengan keuntungan sampai 1/2 milyar. Setelah 10 tahun dijalani (dan suaminya akhirnya meninggal) dia kini menjadi developer perumahan. Bikin rumah…! 😍

    Pernah suatu hari, dia berkata padaku,

    “Jangan-jangan ya Nek… gue kudu digampar oleh kehidupan dengan cara bokap-bokap gue meninggal dulu… dengan cara suami sakit dulu. Coba sejak dulu gue menjadi petarung sekaligus ibu, barangkali suami gue masih ada…”

    Saat itu aku cuma bisa memeluknya sambil bertanya dalam hati : kapan ya, aku bisa membuka layanan konsultasi khusus membahas Numerologi dan Life Purpose?

    Eh, sekarang terwujud bersama Garuda Amerta. Jika ada yang membutuhkan layanan ini, silakan ke daftarGAC.com

  • Nasihat Harus Cocok dengan Panggilan Hidup dan Skenario ‘TUHAN’

    Nasihat Harus Cocok dengan Panggilan Hidup dan Skenario ‘TUHAN’

    Kemarin, kami kedatangan 2 orang gadis dari dua kota besar yang berbeda di Indonesia, namun memiliki keluhan yang sama : dikejar-kejar oleh ortunya dan keluarga besarnya untuk segera mencari pacar dan menikah.

    Kebetulan, keduanya akan berusia 31 tahun, tahun ini.

    Kebetulan juga, keduanya cantik.

    Kebetulan juga keduanya berpendidikan tinggi.

    Kebetulan juga, keduanya memiliki karir yang cemerlang.

    Dan semesta ini memang ajaib, keduanya ramah dan periang.

    Jadi ya wajar kalau ortu gadis yang pertama (kita sebut saja A, ya) menasihati :

    “Jangan terlalu pemilih… lelaki baik-baik itu banyak kok. Manusia itu setara semua… Jangan merasa dirimu itu tinggi…”

    Nasihat yang bagus, sebetulnya. Dan sangat humanis.

    Tapi, ya gimana… si A ini memang HARUS DAPAT ORANG SUKSES, KAYA DAN LEBIH TUA… Dia ini numerologinya 9 (Hermit), merupakan numerologi tertinggi dari semua tipologi. Seorang berjiwa ‘tua’ bagaikan pertapa yang wisdomnya mumpuni. Pertapa, mana bisa tahan hidup dengan orang awam yang cetek pemikirannya dan sempit wawasannya. Seorang Hermit biasanya hanya jatuh cinta kepada orang yang bisa dikagumi dan dihargainya. Nggak sembarang orang mampu membuatnya terkesan.

    Plus, Life Values yang dia bawa di bawah sadarnya adalah The Queen. Ratu. Mana ada Ratu yang bisa ‘fulfilled’ hidup sebagai rakyat biasa?

    Melihat latar belakangnya yang double degree di luar negeri dan sudah S2 pula… Haih… memaksanya ’mencomot’ lelaki yang pokoknya baik dan memiliki pekerjaan tetap lalu menyuruhnya menikah… hanya akan membuat gadis ini menderita.

    Lha lalu apa artinya, jika bisa segera menikah tapi lantas menderita??? Mendingan sabar dulu, sampai ketemu jodohnya yang betulan bermutu. Ada kok, jodohnya. Tapi belum ‘available’ sekarang… Entah kenapa belum available. Mungkin masih punya istri… Mungkin masih membangun ’kerajaan’ dulu…

    Atau mungkin masih keliling dunia menuntaskan beberapa tugas kehidupan, sebelum akhirnya bisa menetap dan membangun keluarga…

    ********

    Lain halnya dengan si B. Gadis yang lahir dari keluarga berada ini sibuk mengelola bisnis keluarga besarnya. Relasi yang dikenalnya luas. Tapi mereka adalah klien-klien besar, supplier, beberapa pejabat di dinas-dinas yang terkait dengan ekspor-impor… Bukan orang sebaya.

    Berbeda dengan si A, ortu dan keluarga besar si B justru mewanti-wanti agar B cermat memilih-milih pasangan hidup… jangan asal cocok tapi levelnya di bawah keluarga mereka, supaya nggak memicu konflik terkait harta dan warisan.

    Nasihat yang bagus juga, memperhatikan bibit, bebet, bobot agar pernikahannya sinergis dan langgeng.

    Tapi, lucunya, sikonnya terbalik. Si B ini numerologinya adalah 6 (The Lovers) dan Life Valuesnya adalah 8 (The Strength). Dia justru akan bahagia jika mendapatkan pasangan hidup yang mampu membuatnya NYAMAN, meskipun datang dari latar belakang berbeda dan levelan di bawahnya. Nggak masalah baginya, karena 8 adalah orang yang kuat menderita. Artinya, kemiskinan tidak akan membuatnya merana. Apalagi, kenyataannya dia toh tidak miskin. Kalau cuma diajak liburan ‘pulang kampung’ ke desa terpencil suami yang rumahnya reot…. Dia akan nyaman saja. Yang penting dikelilingi oleh orang-orang yang loving.

    Gadis B ini, jodohnya juga ada. Tapi di Amerika, bukan di kota tempat dia berkuliah dulu. Dan setelah beberapa tanya jawab, kami menemukan lokasinya.

    Bisa kok, pindah tahun depan. Sekarang persiapan dulu, membereskan perusahaan agar bisa dikelola dari jauh, lalu mungkin meluaskan usaha ke sana. Bulan Juni tahun ini akan menjadi lebih clear, urusan dan tujuannya pindah. Berproses saja dengan nyaman dan bahagia.

    ********

    Dari kedua kisah A dan B ini, kita jadi memahami bahwa nasihat yang bagus itu belum tentu cocok bagi semua orang… Karena setiap orang memiliki panggilan hidup yang unik, yang nggak bisa diseragamkan sesuai pakem yang beredar di masyarakat…

    Jika tertarik berkonsultasi, dapat mengklik :

    InfoGAC.com

    Lalu pilih tulisan ‘Garuda Amerta Whatsapp’

    Informasi mengenai berbagai jenis konsultasi yang kami berikan, ada di :

    Www.garudaamerta.com

  • Satu Tahun, From Zero to Hero

    Satu Tahun, From Zero to Hero

    “Suami saya menyeleweng, dan dia sekarang tinggal bersama pacarnya di kota X. Hanya pulang di saat weekend, ke kota kami.” seorang perempuan muda, berwajah sangat cantik, bermata besar seperti menjangan, dan berambut panjang, hadir di ruang konsultasi kami. Tatapan matanya kosong. Terlihat sangat sedih dan kalut, tetapi tidak menangis.

    “Anak kami dua orang. Usia 5 dan 1 tahun.”

    “Sudah menikah lagi ya, suaminya?” tanya Ade.

    “Belum… baru pacaran saja.”

    “Oh gitu? Karena di sini terlihat sudah menikah dan… hmmm… cewenya sedang hamil.” lanjut Ade sambil mengetuk-ngetukkan jari ke kartu-kartunya.

    “Sudah menikah kok nih….” gumam Ade seolah berkata ke dirinya sendiri.

    “Wah saya nggak tahu bu. Kata suami saya, itu cuma teman bisnis kok. Tapi intuisi saya mengatakan, mereka pacaran.”

    “Intuisimu benar mbak. Mereka bukan kawan bisnis. Cewenya agresif nih…” ujarku sambil melihat ke kartu-kartuku.

    “Lalu mbak diam saja?” tanyaku lebih lanjut.

    “Saya nggak berani ribut mbak… Saya tidak bekerja, anak saya dua, masih kecil semua. Semua uang rumah tangga dipegang suami saya. Saya hanya dikasih uang belanja mingguan. Kalau butuh baju atau make up, belinya bareng suami saya. Dia akan bayar pakai credit card. Usia kami terpaut jauh, 18 tahun. Dia duda, ketika kami menikah… Saya gadis, baru lulus SMEA, bekerja baru 6 bulan di supermarket, lalu dilamar tanpa proses pacaran. Suami saya meminta saya melalui orang tua saya…”

    Seketika aku lemas…! Ini lho yang selalu ku khawatirkan…!!! Perempuan adalah penyangga kehidupan (kehidupan anak-anaknya!) namun tidak memiliki akses nafkah. Kalau sudah begini, mau menyangga kehidupan dengan cara apa…???

    Dengan cara menahankan derita! Terpaksa menerima nasib yang buruk dan pahit. Hanya supaya bisa makan.

    ((((Hanya supaya bisa makan))))

    Wajah rupawan itu melongo memandangi kami, seolah tak punya daya hidup lagi. Dia menunggu dengan hening… sementara kami sibuk mengocok dan menebar kartu, menggali jawaban sebanyak yang bisa kami ‘cangkul’.

    Kartu-kartuku menunjukkan bahwa dia memiliki masa depan yang bagus, punya potensi sebagai business woman.

    Aku sendiri terpana melihat kartu-kartuku. Hah? Masak sih orang ini punya bakat sebagai pebisnis? Wajah dan ekspresinya khas stereotip ‘the blondies’ alias wanita-wanita berambut pirang yang sering digambarkan ‘berotak kosong.’

    Aku melongok ke kamera, ke arah kartu-kartunya Ade. Lho…! Kok sama…! Ada kartu bermasa depan cerah di sana…

    “Gini ya, mbak bersedia nggak, diterapi dulu? Ini daya juangmu belum terdevelop lho… Ini harus dibangkitkan dulu. Karena mbak punya potensi besar lho…! Masih terkubur saja nih…”

    Ade menjelaskan.

    Hatiku plong. Berarti dugaanku keliru. Perempuan ini tidak sebloon ekspresinya. Kartu-kartuku cocok dengan kartu-kartunya Ade.

    Perempuan ini berpikir sebentar, terkait biaya terapinya. Lalu dengan ragu berkata, “Saya ambil cicilan saja di toko online Garuda Amerta ya…”

    Singkat cerita, kami meng’coachAwikan’ dia, alias mengirimkannya ke Coach Awie, untuk diterapi.

    ********

    Sebulan kemudian, dia datang kembali.

    “Betul mbak. Suami saya sudah menikah siri… dan pacarnya hamil tua sekarang. Saya harus bagaimana?”

    Kembali, kami mencari jawaban. Lalu menyusun strategi. Kami menyarankannya :

    ~ pertahankan pernikahan dulu

    ~ membuka usaha bersama seorang perempuan senior.

    ~ Cari, siapa perempuan ini. Ciri-cirinya : XYZ.

    ~ Bisnisnya di sektor makanan.

    ~ Modalnya minta ke suamimu, mintanya dengan cara yang manis dan melibatkan hubungan badan yang memuaskan.

    ~ Teruslah bersikap manis, pakai strategi ‘winning without confrontation’.

    ~ Fokus ke dirimu, anak-anakmu, bisnismu, suamimu, dan rumah tanggamu ketika suamimu ada di rumah.

    ~ Abaikan perempuan itu, anggap saja dia tidak ada, dan anggap saja suamimu adalah pelaut yang pulang seminggu sekali.

    “Siap.” Perempuan itu menyatakan sikapnya. Sudah mulai terlihat tegas sekarang….

    ********

    Selusin purnama berlalu. Kemarin perempuan ini hadir lagi ke ruang konseling kami, sambil duduk di dalam mobil. Rambutnya pendek sekarang. Menyentuh bahu. Wajah cantiknya cerah, matanya bersinar ramah. Dan ekspresinya…! Aku suka ekspresi itu! Ekspresi perempuan percaya diri!

    “Saya bisa nyetir bu, sekarang. Ini mau jemput anak sekolah.

    “Terus bisnisnya gimanaaa..? Lancar kaaan???” Sambut Ade dengan meriah.

    “Alhamdulillah bu. Saya dan kakak perempuan saya jadi pemasok sayuran dan bahan-bahan masakan ke beberapa klinik dan rumah sakit… Betul bu, ternyata lancar. Ini mobil dari hasil usaha kami…”

    “Wooow.…!”

    Ade dan aku sumringah luar biasa! Nggak ada yang paling membanggakan kami selain melihat anak-anak kami berdaya, dan melihat klien-klien kami sukses, terutama klien perempuan yang menemukan dirinya sendiri lalu menapaki jalan hidupnya dengan bahagia…!

    “Terus… mau tanya apa kali ini…?” Ade bertanya dengan riang gembira.

    “Mau tanya bu, apakah sebaiknya saya bercerai ya?”

    “Lhooo kenapa?”

    “Suami saya bangkrut bu. Dan dia sudah nggak pernah ke rumah istri sirinya lagi. Sekarang sayalah yang harus menafkahinya… padahal anak kami dua, dan sekolah di sekolah mahal semua… Saya lumayan berat ini bu… kan saya masih merintis usaha… dan harus mulai menabung untuk biaya kuliah anak-anak saya…”

    Jeng jeeeeng… Ade dan aku saling berpandangan sambil nyengir kecut

    Sampai di sini saja, kisahnya ya. Karena episode mbak cantik ini kemudian, adalah kisah lain…

    Yang jelas, inti dari kisah nyata ini adalah :

    SEMUA ORANG itu memiliki potensi yang luar biasa. Semua orang.

    Jika SEMUA ORANG menggali dan mengembangkan potensi-potensinya, tak akan ada lagi orang yang tergantung sepenuhnya pada orang lain (alias secara tidak sehat)… hanya untuk bisa makan.

    Temukan siapa dirimu.

    Kembangkanlah.

    Lalu berjalanlah memetik bulan di langit yang tinggi.

    Kami di sini siap memberikan layanan dari berbagai aspek : psikologi, grafologi, hipnoterapi, cartomancy, dan strategi bisnis

    Pendaftaran :

    @infoGAC.com, di bagian Garuda Amerta Whatsapp

    ——-

    Catatan :

    Detail kisah telah diganti, ditambah, dikurang. Tapi intinya tetap sama. Jika ada kesamaan kisah, itu hanya kebetulan.