Financial Transmutation adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses transformasi dan transmutasi dalam keuangan dan kesejahteraan finansial.
Ini melibatkan perubahan pemikiran dan tindakan tentang uang dan kekayaan, dan berfokus pada menemukan harmoni dan keseimbangan antara aspek materi dan spiritual dalam hidup.
Financial Transmutation berkonsentrasi pada pengembangan kesadaran finansial dan membantu individu untuk mengatasi hambatan mental dan emosional yang mungkin mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengelola uang dan mencapai kesejahteraan finansial.
Ini menekankan pentingnya menemukan tujuan yang selaras dengan nilai dan keinginan pribadi, dan membuat pilihan keuangan yang sesuai dengan misi dan visi hidup individu.
Dengan melakukan Financial Transmutation, individu dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang hubungan mereka dengan uang dan membantu mereka untuk mencapai kesejahteraan finansial yang lebih baik dan keseimbangan hidup yang lebih baik.
Banyak klien konsultasi tarot saya, menjadi parno ketika diberitahu : ada POTENSI buruk yang akan terjadi.
Mereka menjadi takut, seolah ramalan itu tidak bisa ditolak.
SALAH…! Manusia itu, sebetulnya sangat berdaya untuk menolak potensi buruk dan juga berdaya untuk MEWUJUDKAN potensi baik…
Kalau kalian memahami, apa itu kehidupan… dan mengetahui bagaimana mekanisme kehidupan berjalan… Maka kalian akan memahami bahwa jalan hidup nggak bisa diramalkan secara telak-telak.
Yang bisa adalah :
~ kita membaca rambu-rambunya.
~ kita membaca pertandanya.
~ Iqra.
Dengan jeli.
Lalu, di sinilah letaknya nilai kita sebagai manusia : kita lalu berikhtiar mengerahkan seluruh kemampun kita, serta sesuai dengan PENGETAHUAN yang sudah kita dapatkan, setelah membaca pertanda dan memahami ‘pesan’ atau ‘peringatan’nya.
Jadi, nggak ada yang evil atau satanic, terkait dengan tarot di tangan kami, konsultan Garuda Amerta. Justru, kami memakai tarot SEBAGAI ALAT BANTU untuk ‘menggali’ informasi yang dibutuhkan bagi penyusunan strategi kehidupan kita di masa depan.
Setiap alat di dunia ini berfungsi tergantung siapa dan bagaimana operatornya. Pisau di tangan koki, fungsinya akan berbeda dengan pisau di tangan anak remaja yang berangkat tawuran!
Yuk, jadilah insan yang berdaya! Kita ora et labora, berdoa dan bekerja. Dan tentu saja : membekali diri dengan sebanyak mungkin informasi yang bermanfaat dan membantu kemajuan dan kebaikan kita.
*****
Seandainya Anda membutuhkan, bisa mendaftar di SINI
Foto diriku yang kemarin, ternyata membuat beberapa orang tergelitik untuk bertanya : itu rambut asli…? Itu uban atau diwarnai…?
Jawabannya, tentu : itu uban. Jelas rambut asli
Aku datang dari keluarga yang memiliki genetik unik : cepat beruban, tapi kulit awet mulus tanpa jerawat sejak puber. Nenek, bude-bulik sampai sepupu-sepupuku begitu. Ketika kami tua, kulit kami kendor. Pipi dan dagu turun. Tapi nggak keriput.
Itu makanya, kenapa kami tidak memerlukan perawatan kulit yang ngejelimet. Benar-benar dapat jackpot genetika.
Jadi, ketika kami mulai beruban di usia muda… tantangan yang kami hadapi sama : bagaimana berdamai dan menerima perubahan fisik ini sebagai bagian dari diri kami.
Ngecat-ngecat rambut, awalnya kulakukan. Tapi dalam 2-4 minggu lalu harus ngecat lagi karena di pangkal rambut timbul warna putih lagi. Begitu terus. Karena sadar : aku tak bisa melawan alam.. aku, sama seperti pendahulu dan senior-seniorku di keluarga, lalu mulai berdamai dengan ubanku.
Jadi, yang kemudian kulakukan adalah : merawat rambutku agar tebal. Dengan pikiran : orang itu terlihat tua bukan karena uban atau keriput… tetapi ketika nampak : lusuh, layu, tidak fit, ‘meranggas’, murung dan tidak lincah. Rambut tipis, adalah salah satu ciri tidak fit dan ‘meranggas’.
Jadi, kemudian aku bertualang mencobai berbagai tonic rambut. Mulai dari Ginseng Hairtonic dari Rudi Hadisuwarno, Garnier Neril, NR, Intense, Nature, Aminexil dari L’oreal… sampai dapat yang cocok.
********
PR ku yang kemudian, adalah bobot tubuh.
Kalau menurut BMI (Body Mass Index) Calculator versi gratisan di google, berat badanku tergolong obesitas. Nggak ada istilah ‘nggak papa gemuk, yang penting sehat’ di kamusku. Karena, semua organ yang dibalut lemak itu TIDAK SEHAT.
Dan terbukti kan?
Ketika aku sedang merasa fit, mampu jalan kaki 12 km sehari ketika traveling, mampu diving/menyelam melawan arus di laut selama 1 jam non stop, mampu berenang bolak-balik selama 1,5 jam non stop tanpa ngos-ngosan… ternyata aku memiliki 3 sumbatan jantung dan Desember kemarin terpaksa dadakan dioperasi karena sudah tersumbat 90%.
Untung ketika itu aku iseng-iseng general check up..!!! Kalau nggak kan, mungkin saja aku tiba-tiba stroke atau meninggal. Dan orang-orang cuma komentar :
“Padahal kemarin masih kasih konsultasi lho ke gue…”
“Padahal tadi malem masih ketawa-ketawa sama aku di telepon.”
“Padahal tadi pagi masih bikin status lho.”
Tidak sakit, bukan berarti sehat.
Aku tidak sakit ketika itu. Tapi tubuhku tidak sedang baik-baik saja.
Sekarang aku sedang bergabung dengan EAZY SLIMMING, program baru besutan Coach Awie Suwandi. Metode pelangsingan yang mudah maka dinamai ‘eazy’ : tanpa pantangan makan, tanpa kewajiban olah raga berat. Dalam seminggu, dietnya hanya 2 hari saja.
Aku diterapi dengan hipnoslimming lalu dibimbing menciptakan ‘Manager Body’ dan ‘Manager Kebiasaan’ di bawah sadarku. So far sudah turun 5 kilogram. Masih ada 16 kilogram lagi yang harus dibuang, agar jarum BMI menunjuk ke area normal.
Tentu saja aku bersemangat untuk sehat.
Foto-foto di bawah adalah perempuan berusia di atas 60 tahun. Beruban, keriput, seorang dandan berat, seorang dandan natural, seorang bare face. Tapi tak seorang pun nampak layu apalagi mengenaskan.
Menjadi tua adalah sebuah proses alamiah. Ini nggak bisa dilawan atau dibendung.
Tetapi, sehat dan bahagia adalah hal yang bisa diupayakan dan diikhtiarkan, sesuai keputusan kita.